Yesuit itu yang mungkin pertama kali memberikan cerita kuno ini dalam bentuk yang bisa dicerna orang awam. Romo Gabriel Sindhunata, SJ ini dalam bukunya 'Anak Bajang Menggiring Angin' memberikan suatu kisah Ramayana yang tidak kenthel Kejawennya. Paling tidak, ia berbahasa Indonesia baku, dibanding dengan sepenuhnya bahasa Jawa seperti dalang kebanyakan. Itu bagus. Saya cukup bisa berbahasa Jawa, tapi tidak bisa menghadapi seorang dalang dengan lidahnya, apalagi bila mendengar dari radio.