Tanggal
9 Desember ternyata merupakan sebuah hari penting. Awalnya, bagi saya
hari ini merupakan hari biasa saja. Matahari terbit dari timur dan
tenggelam di barat, anjing-anjing saya pun masih nakal dan
menjengkelkan. Tapi ketika saya lewat di salah satu jalan utama di
kota Samarinda, di perempatan Lembuswana tepatnya, ada demonstrasi.
Kalau tidak salah dari perkumpulan BEM, entah dari universitas yang
mana.
Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts
Tuesday, August 16, 2011
Wednesday, May 25, 2011
Imajinasi Penghuni DPR
Koran dan sumber berita nasional sedang ricuh masalah pembangunan gedung baru DPR. Dukungan dan cacian datang silih berganti. Alasan dan alibi dipertemukan. Tapi paradoksnya adalah seperti menjunjung demokrasi, yang bagi saya sebetulnya lebih mirip tirani.
Pasukan Rahasia BELEK OOPS
Pertama-tama, saya bingung dan prihatin dengan kondisi negara Indonesia tercinta. Sebuah negara yang terlihat besar dan mencengangkan, namun ternyata kecil isinya. Akan kemana arah bangsa ini nanti? (alamak bahasanya...)
Di berita-berita yang muncul, kesan terhadap negara ini adalah bobrok. Ada semacam bentuk yang digunakan untuk menutup substansi. Dan pembangunan gedung DPR yang baru ini, menurut saya pribadi, menjadi titik puncak penyingkiran substansi dari kegiatan bernegara.
Tuesday, March 29, 2011
Telaah (yang Agak Tolol) Terhadap Revolusi
Belakangan ini seorang teman (James tepatnya) sering memberi cerita tentang Libya. Sebelumnya, saya membaca laporan khusus Tempo terhadap revolusi di Mesir. Cerita di berbagai publikasi pun seragam. Rezim diktator atau totaliter yang sedang atau sudah ditumbangkan oleh kekuatan rakyat. Ada sebuah revolusi yang bergerak.
Friday, March 04, 2011
Ia yang Disabdakan
Tanggal 22 Februari lalu diperingati sebagai hari kursi Santo Petrus. Tentu bukanlah memperingati kursi atau tahta yang betul dipakai beliau saat menjabat sebagai kepala jemaat pertama. Kursi itu digunakan sebagai perlambang kedudukannya, sebagai kepala jemaat pertama, sekaligus tanda keberlanjutan karya kerasulan dalam bentuk kepausan. Setidaknya begitu menurut pemahaman dangkal saya.
Labels:
catatan,
iman,
politik,
psikologi,
Renungan Harian
Sunday, February 20, 2011
Wayang
Yesuit itu yang mungkin pertama kali memberikan cerita kuno ini dalam bentuk yang bisa dicerna orang awam. Romo Gabriel Sindhunata, SJ ini dalam bukunya 'Anak Bajang Menggiring Angin' memberikan suatu kisah Ramayana yang tidak kenthel Kejawennya. Paling tidak, ia berbahasa Indonesia baku, dibanding dengan sepenuhnya bahasa Jawa seperti dalang kebanyakan. Itu bagus. Saya cukup bisa berbahasa Jawa, tapi tidak bisa menghadapi seorang dalang dengan lidahnya, apalagi bila mendengar dari radio.
Sudut Pandang
Ada berapa banyak talkshow di dunia ini? Hampir semua menyajikan hal-hal yang kurang lebih sama. Bergantung dari kecakapan pembawa acara dalam menggaruk narasumber untuk mendapat berita, setiap awaknya dituntut untuk jadi kreatif, demi jiwa dari acara itu. Sudut pandang dari yang bertanya menentukan arah rating dan nasib acara itu.
Sunday, February 13, 2011
Elite
Nasional Demokrat baru-baru saja merayakan setahun kehadirannya di tanah air. Sejujurnya, saya tidak pernah terlalu peduli terhadap apapun yang berbau politik atau berkonotasi dengan MPR, DPR, Presiden, dan kepartaian. Kecuali bila kebetulan berhubungan dengan KPK.
Monday, February 07, 2011
Vox Dei
Siapakah Hosni Mubarak (atau bagaimanapun pengejaannya, saya lupa penempatan vokal 'o' dan 'u' dalam namanya)? Sontak Mesir yang kelihatannya adem-ayem itu berubah bergejolak dengan massa yang turun ke jalan menuntut dirinya mundur dari kursi pemerintahan.
Tampak dari berita di televisi, pemicunya adalah kondisi Mesir yang stagnan, saya kira. Sistem dikte yang diterapkan oleh Hosni pun dianggap menjadi biang kerok, sebab kita tahu, demokrasi adalah pangkal dari kemajuan. Dengan catatan, demokrasi itu tidak disalahgunakan.
Subscribe to:
Posts (Atom)