Judul menginspirasikan isi, dan begitulah ceritanya. Tidak ada abu yang seharusnya ada di waktu yang semestinya, sebab waktu itu masih ada sakit yang menggantungi. Dan oleh karenanya, saya tidak menyadari bahwa mulai hari itu - dan sampai seterusnya - adalah masa Prapaskah. Katakanlah waktu puasa bagi umat Katolik.
Showing posts with label catatan. Show all posts
Showing posts with label catatan. Show all posts
Thursday, March 01, 2012
Menyambung Waktu: Catatan Harian Rumah Sakit 5
Komuni Pagi
Setelah hari-hari
penuh kebingungan, akhirnya dokter memberi saran untuk tes ‘tahan aliran
darah’, nggak tahu nama ilmiahnya. Tiga jam setelah saran dokter, seorang
suster datang untuk melakukan tes. Alat pengukur tekanan darah itu dipasang,
dan tekanannya tak dilepas (selangnya ditekuk dan diberi karet agar tidak
lepas), jadi di lengan saya seperti ada Zeppelin. Atau untuk kalian yang nonton
UP, Spirit of Adventure.
Menyambung Waktu: Catatan Harian Rumah Sakit 4
DB negatif, malaria
negatif, typhus negatif, lalu..?
Panasku malam itu
naik. Rekornya tiga puluh delapan koma empat derajat celcius. Sanmol yang
diberi mbak perawat bohai itu agak tak mempan sepertinya, sebab seharusnya
panas itu sudah turun. Sudah satu jam semenjak tablet pahit itu menembus
kerongkonganku.
Menyambung Waktu: Catatan Harian Rumah Sakit 3
Infus, suntik, dan hiburan
lainnya.
Segera setelah
hasil tes darah keluar, segera aku diminta ke unit gawat darurat. Berbaring
dulu. Jelas, lha wong waktu berdiri sudah mulai pusing. Anehnya, sebelum dapat
berita kalau kena gejala DBD, aku merasa tidak seberapa sakit. Memang tidak
lebih baik dari kemarin, tapi juga tidak lebih buruk. Makanya saat itu aku
optimis tak akan opname, apapun penyakitnya.
Menyambung Waktu: Catatan Harian Rumah Sakit 2
92.000
Pagi itu seharusnya
menjadi pagi yang menyenangkan. Arsenal melawat ke San Siro, ada snack, apalagi
yang menganggu? Badanku panas, mungkin sampai 390C. Ibu sampai
bolak-balik mengambil es untuk mengompres jidatku yang sepertinya bisa dipakai
untuk menggoreng telur.
Menyambung Waktu : Catatan Harian Rumah Sakit 1
Pagi itu memang dingin. Air mata surga turun
semenjak subuh, tetapi aku berkeringat dalam selimut. Ah, itu paling karena
demam tadi malam. Keringat keluar, pasti sembuh. Sekarang saatnya menyapu.
Dilema Tahu Tek-tek dan Makanan Keliling
Kita di Indonesia
punya privilege dalam hal makanan, yang mungkin tak bisa kita dapatkan di luar
negeri. Setidaknya, waktu kuliah di Singapore, kalau mau makan malam,
saya harus pergi keluar. Nggak ada cerita tukang nasi goreng atau mie
pangsit atau roti prata yang keliling di kompleks HDB, apalagi di private
apartment. Servis yang mendekati, paling cuma delivery McD atau KFC, atau berbagai pizza. Itupun nggak bisa
sering-sering. Mahal.
Tuesday, August 16, 2011
Hari Anti-korupsi : Sebuah Renungan Publik dan Pribadi
Tanggal
9 Desember ternyata merupakan sebuah hari penting. Awalnya, bagi saya
hari ini merupakan hari biasa saja. Matahari terbit dari timur dan
tenggelam di barat, anjing-anjing saya pun masih nakal dan
menjengkelkan. Tapi ketika saya lewat di salah satu jalan utama di
kota Samarinda, di perempatan Lembuswana tepatnya, ada demonstrasi.
Kalau tidak salah dari perkumpulan BEM, entah dari universitas yang
mana.
Tuesday, July 26, 2011
Balada Berkah Insomnia
Ini jam setengah dua pagi, dan otak saya masih fresh. Kalau mau tahu tanda-tanda otak sudah hendak 'membusuk', cobalah menulis. Jika hasilnya nggak kohesif antara paragraf satu dan lanjutannya, itu petunjuk untuk merilekskan badan dan tidur.
Tuesday, June 28, 2011
Can We Really Share?
I rode my motorcycle the other day, and quickly realize that the area in which I live is already crowded. Time does fly, and it did the quiet and small suburbs into cramped polis filled with irregular buildings. I don't care about that, really. What I do care is how unregulated development and increase in personal disposable income make the small suburban roads even more cramped than before.
The Art of Spannering
I got a very long holidays when college days vanished. Finished, I should say. This leaves me with a total boredom to kill, and books with magazines aren't always the solution. Nor are TV stations, since they are quite literally repetitions of each other (save for Trans). The worst thing though, is that my dogs prefer not to bite me after I meddle with them. Mind you, I did not put powders of marijuana in their diet.
However, suddenly in that moment, I found something that needs heartful attention as well as massive time. It is my (dad's) 11-years-old bought-used dark-orange-coloured mountain bicycle. It had squatted down in the corner of the garage for some time, collecting dust and my dog's fur in its cassette. And when I put it out and took it for a ride, there were friction noises coming from the rear brake pads and the derailleur sets. It was quite diabolical to hear the sound of metal rubbing to each other.
However, suddenly in that moment, I found something that needs heartful attention as well as massive time. It is my (dad's) 11-years-old bought-used dark-orange-coloured mountain bicycle. It had squatted down in the corner of the garage for some time, collecting dust and my dog's fur in its cassette. And when I put it out and took it for a ride, there were friction noises coming from the rear brake pads and the derailleur sets. It was quite diabolical to hear the sound of metal rubbing to each other.
Jalan Rusak Tanda Bangsa Juga Rusak
Samarinda merupakan satu kota yang selalu dihantui dua masalah, yaitu banjir dan jalan berlubang setelahnya. Kaitannya jelas, fondasi jalan yang rapuh, kemudian dihantam kendaraan (lebih tepatnya truk) kelebihan muatan, dan retakan yang terjadi diisi air curahan entah darimana. Akibatnya, hampir di semua jalan terdapat lubang-lubang.
Wednesday, May 25, 2011
Imajinasi Penghuni DPR
Koran dan sumber berita nasional sedang ricuh masalah pembangunan gedung baru DPR. Dukungan dan cacian datang silih berganti. Alasan dan alibi dipertemukan. Tapi paradoksnya adalah seperti menjunjung demokrasi, yang bagi saya sebetulnya lebih mirip tirani.
Saturday, April 16, 2011
Janji
Mat 26:35 Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua murid yang lainpun berkata demikian juga.
...
Mat 26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
Mat 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Tragis. Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan masa-masa akhir menjelang Trihari Suci. Di Minggu Palma ini, dalam bacaan Injil diceritakan lagi jalan sengsara Kristus untuk memenuhi nubuat diriNya. Jalan sengsara yang akan kita jalani lagi secara lebih saksama di Kamis Putih, Jumat Agung, dan Paskah.
Friday, April 08, 2011
Toko Buku, dan Publikasi Tanpa Bungkus
Hari itu, Kamis 7 April, saya pergi ke Kinokuniya, entah yang keberapa kalinya dalam dua bulan belakangan. Kunjungan saya ke toko buku memang agak meningkat belakangan, mungkin karena sedang bingung mengisi waktu. Dan kesan saya setiap pergi ke toko buku selalu sama. Menyenangkan.
Tuesday, April 05, 2011
Questioning the Idea of Grand Prix Racing
I am currently in the hobby of collecting MotoGP bike replicas. Those are quite expensive, 13.9o lion dollars a piece, compared to 9.90 of ordinary bike replicas. But, the GPs are better assembled and finished, so I say they worth the extra dollars. However, the sole reason for the difference in price I suspect, is that the toy company has to pay the teams and manufacturers for licensing matters. Might be wrong though.
Thursday, March 31, 2011
Prapaskah
Misa Rabu Abu diadakan tanggal 9 Maret lalu. Jelasnya karena abu dioleskan pada dahi peserta misa. Menurut tradisi, abu dikatakan sebagai tanda perkabungan, seperti dicontohkan Ayub dan raja Niniwe yang dimana Yunus bernubuat. Hari itu juga menandai masa yang cukup tidak menyenangkan untuk umat Katolik, yaitu pantang dan puasa.
Wednesday, March 23, 2011
Menyapa
Sabtu itu saya pergi ke salah satu retail outlet (lebih tepatnya Uniqlo @ 313), dengan tujuan membeli kemeja atau sweater. Namun karena antri kamar pas-nya panjang, berakhir dengan sweater. Saran, jangan pergi ke pusat perbelanjaan saat akhir pekan, dan waktu terbaik untuk kesana adalah hari kerja. Saya pribadi lebih suka melewatkan akhir pekan dengan belajar (ehem), atau melakukan apa saja di rumah. Di. Rumah.
Saturday, March 05, 2011
Magazine
High school might be the period in my life that was literally littered with worthless junk. Apart from the daily school lessons and homework obviously (except geography). It was when tabloids and magazines filled the noons after school time. I'd usually go for Bola which was often shared, or torn, with other mates in the school dorm. That was for weekdays. Weekends were Soccer time, befriending me in TV room watching guys kicked some balls or tricked up some stupid defenders and 'keepers.
Friday, March 04, 2011
Ia yang Disabdakan
Tanggal 22 Februari lalu diperingati sebagai hari kursi Santo Petrus. Tentu bukanlah memperingati kursi atau tahta yang betul dipakai beliau saat menjabat sebagai kepala jemaat pertama. Kursi itu digunakan sebagai perlambang kedudukannya, sebagai kepala jemaat pertama, sekaligus tanda keberlanjutan karya kerasulan dalam bentuk kepausan. Setidaknya begitu menurut pemahaman dangkal saya.
Labels:
catatan,
iman,
politik,
psikologi,
Renungan Harian
Subscribe to:
Posts (Atom)